Archive for October, 2009

Makanan Untuk Kesehatan

October 22nd, 2009

1. Tomat .. Merupakan sumber utama antioksidan Lycopene yang mengurangi resiko kanker 40% — terutama kanker prostat, paru-paru & lambung — & meningkatkan kemampuan hidup penderita kanker. Penggemar Tomat mempunyai status mental yang lebih baik pada usia tua dan 50% lebih sedikit menderita penyakit jantung. Saos tomat mengandung Lycopene 5 X lebih banyak daripada tomat segar, & tomat kaleng mengandung 3X lebih banyak daripada tomat segar.

2. Anggur merah , termasuk jus anggur merah, mempunyai kandungan antioksidan yg cukup banyak, sedangkan jus anggur ungu mengandung antioksidan 4 X lebih banyak daripada jus jeruk atau tomat. Anggur merah (bukan anggur putih) mempunyai kandungan antioksidan yang sama dgn jus jeruk ungu atau teh. Peneliti2 Perancis membuktikan bahwa dgn meminum anggur merah dlm jumlah yg sedang dapat memperpanjang umur, tetapi jika berlebihan dapat menyebabkan efek sebaliknya, jadi batasi hanya 2 gelas sehari. Minumlah jus anggur.

3. Apel.. Apel kaya akan kandungan flavonoids yang bersifat antioksidan, yang dapat membebaskan tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak DNA dan membantu memperkuat daya tahan sel dari kemungkinan penyakit jantung dan kanker seiring berjalannya usia. Apel juga mengandung asam tartar yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.

4. Blueberries .. Mengandung antioksidan yang tinggi. Peneliti-peneliti dari Universitas Tufts mengatakan bahwa ½ cangkir blueberries setiap hari dapat memperlambat penuaan & menghambat penurunan fungsi otak dan mengembalikan kemampuan daya ingat.

5. Wortel ..Ternyata selain tinggi kandungan beta karoten yaitu senyawa pro vitamin A wortel juga mengandung  senyawa falcarinol yang berfungsi sebagai antikanker. Cara memasak wortel yang tepat. masaklah wortel tanpa dipotong-potong terlebih dulu. Kalau wortel dipotong dulu, zat pencegah kankernya akan hilang 25%. jangan terlalu lama memasak wortel. Panas akan mengurangi kandungan zat anti kanker, juga kandungan vitamin C dan gula alamiah di wortel.

6. Bawang Putih .. Peneliti-peneliti Jerman menemukan bahwa bawang putih mengandung antioksidan yg diketahui dapat melawan kanker, penyakit jantung, penuaan, dan memperpanjang umur penderita kanker. Mengunyah bawang putih selama 10 menit memberikan efek kekebalan terhadap penyakit.

7. Brokolli.. Peneliti dari Royal Pharmaceutical Society membuktikan bahwa brokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua yang disebabkan oleh enzim acetylcholinesterase. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase paling kuat. Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker. Diketahui juga bahwa zat bekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara. (conectique).

8. Bayam .. Sayuran yang mengandung antioksidan & juga kaya akan asam folat, yg membantu melawan kanker, penyakit jantung, & gangguan mental. Penelitian Universitas Kentucky baru-baru ini menunjukkan bahwa asam folat dapat mencegah penyakit Alzheimer. Sangat bermanfaat jika memakan yg masih mentah atau yg direbus.

9. Biji-bijian/gandum .. Sebuah penelitian Universitas Minnesota menunjukkan jika semakin banyak anda memakan biji-bijian, menurunkan resiko kematian 15%. Biji-bijian mengandung zat anti kanker, & membantu menstabilkan gula darah & hormon insulin, yg menunjang umur panjang. Roti dari biji-bijian gandum , sereal All Bran & oatmeal merupakan sumber utamanya

10. Kacang-kacangan… Sebuah penelitian Universitas Havard mendapatkan bahwa jika makan kacang-kacangan lebih dari 5 ons seminggu dapat mengurangi kematian karena serangan jantung pada wanita sebanyak 40% & mencegah denyut jantung yg tidak teratur pada laki-laki. Kacang almonds and walnuts menurunkan kolesterol darah. Sebagian besar lemak dalam kacang-kacangan merupakan lemak yang baik bertipe lemak tak jenuh & atau omega 3. Kacang yg tidak diawetkan adalah yang terbaik

11. Olive Oil .. Terbukti menurunkan resiko kematian karena penyakit jantung & kanker. Penelitian akhir2 ini menunjukkan bahwa penderita serangan jantung dgn diet ala mediterania mempunyai angka kematian 50% lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kebiasan dgn diet rendah lemak. Olive oil jg mengandung anti oksidan yang cukup tinggi.

12. Teh .. Teh hijau atau the hitam mengandung anti oksidan yang sama banyak. Peneliti-peneliti Havard menemukan bahwa secangkir the setiap harinya dapat menurunkan resiko penyakit jantung sebesar 50%, sementara Universitas Tufts menunjukkan bahwa efek tsb dari teh lepas atau kantungan. Teh instan atau teh botol hanya mempunyai efek yang kecil.

13. Cincau Hitam.. Penelitian di China dan Taiwan membuktikan senyawa bioaktif cincau hitam atau hsian tsao mengandung polifenol, flavonoid dan saponin yang bersifat antioksidan dan antibakteri. Ekstrak cincau hitam secara pre klinik terbukti bersifat antimutagenik, antihipertensi dan antidiabetes.

14. Cincau Hijau..Secara empiris juga diyakini baik bagi kesehatan terutama untuk pencernaan karena tinggi kandungan serat larutnya. Penelitian secara in vitro menunjukkan ekstrak cincau hijau dapat bersifat sebagai anti kanker.

15. Madu.. Dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Petunjuk ilmiah ini sebenarnya telah 15 abad yang lalu Allah SWT kisahkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69. Aris Totoles, bapak dari “Natural Science” beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia, dalam arti dalam usia tua masih mempunyai stamina yang kuat dan gangguan penyakit sangat jarang dijumpai.

16. Yoghurt.. merupakan minuman kesehatan yang dipercaya mampu mencegah penuaan dini. Susu yang rasanya asam ini dibuat melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan prebiotik yang dapat memperbaiki keseimbangan flora di saluran cerna. Rutin mengkonsumsi yoghurt juga dapat mencegah serangan tumor/kanker, terutama kanker usus halus serta menurunkan kolesterol dalam darah

17. Salmon & ikan lain yg kaya akan minyak. Mengandung lemak omega 3 yang mempunyai keajaiban dalam tubuh, melawan semua penyakit kronis. Tanpa minyak ini otak anda tak dapat berpikir, jantung anda tak dapat berdenyut, pembuluh darah anda tersumbat, & persendian2 mengalami peradangan. Anda membutuhkan 1 ons/hari atau 2 sajian sarden salmon, tenggiri, atau tuna setiap minggunya.

Pangan Fungsional : Pangan atau Obat ?

October 9th, 2009

Konsep pangan fungsional didefinisikan sebagai pangan yang mengandung komponen bioaktif secara fisiologis, dan digunakan untuk pencegahan atau penyembuhan sesuatu penyakit, atau untuk mencapai kesehatan tubuh yang optimal. Selanjutnya istilah pangan fungsional digunakan secara luas untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan makanan yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi proses fisiologis, sehingga meningkatkan potensi kesehatan dari makanan atau minuman tersebut (Head, 1995). Makanan dikatakan mempunyai sifat fungsional bila mengandung komponen (zat gizi atau non zat gizi) yang mempengaruhi satu atau sejumlah terbatas fungsi dalam tubuh tetapi yang bersifat positif, sehingga dapat memenuhi kriteria fungsional atau menyehatkan (Muchtadi, 1996). Pangan fungsional adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi sebagai bagian dari pangan sehari-hari dan memunyai fungsi tertentu, pada waktu dicerna atau memberikan peran tertentu selama proses metabolisme di dalam tubuh karena mengandung komponen bioaktif (Muchtadi, 2002).

                                                              

Istilah pangan fungsional merupakan nama yang paling dapat diterima semua pihak untuk segolongan makanan dan atau minuman yang mengandung bahan-bahan yang diperkirakan dapart meningkatkan status kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit tertentu. Istilah health food sebelumnya lebih menarik dan berarti bagi konsumen, tetapi hal ini tidak dapat digunakan lagi karena pada prinsipnya semua bahan pangan akan menyehatkan tubuh bila dikonsumsi secara baik dan benar. Istilah yang pernah diusulkan sebelumnya untuk pangan yang menyehatkan adalah designer food, pharmafoods, vitafoods dan nutraceutical, tetapi semua istilah ini kurang tepat karena bentuknya disamakan dengan food supplement yang merupakan suplemen zat gizi dan non gizi yang berbentuk seperti obat (kapsul ataupun tablet). Sedangkan pangan fungsional bentuknya merupakan makanan atau minuman tetapi mengandung komponen aktif yang menyehatkan.

 

Tiga faktor yang ditekankan para ilmuwan Jepang yang harus dipenuhi oleh suatu produk agar dapat dikatagorikan sebagai pangan fungsional, yaitu : (1) produk tersebut haruslah suatu produk pangan (bukan kapsul, tablet atau serbuk) yang berasal dari bahan (ingredien) yang terdapat secara alami, (2) produk tersebut dapat dan selayaknya dikonsumsi sebagai bagian dari pangan sehari-hari, dan (3) produk tersebut mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, serta memberikan peran tertentu dalam proses metabolisme tubuh, misalnya : (a) memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, (b) mencegah timbulnya penyakit tertentu (seperti penyakit kanker, kardivaskuler dan jantung koroner, pencernaan, osteoporosis, dan berbagai gangguan kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu), (c) membantu untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah terserang penyakit tertentu, (d) menjaga kondisi fisik dan mental, dan (e) memperlambat proses penuaan.

                                                   

Komponen aktif dalam bahan pangan yang memberikan efek fisiologis atau menimbulkan adanya sifat fungsional telah mendapat perhatian yang cukup besar saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya laporan tentang manfaat suatu komponen yang dijumpai dalam suatu bahan pangan, baik yang berasal dari pangan nabati maupun hewani (Golberg, 1992; Bonio, 1992; Tomomatsu, 1994). Komponen aktif yang termasuk dalam golongan zat gizi antara lain kalsium, asam folat, vitamin E, dan iodium. Sedangkan komponen aktif non zat gizi diantaranya yaitu grup senyawa flavonoid, komponen sulfur, senyawa polifenol, senyawa terpenoid, senyawa isoflavon, serat makanan, mikroba dan komponen hasil metabolit lainnya, oligosakarida, hidrokoloid, dan lain sebagainya.

(For Healthy Food)