TATA CARA PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA

February 12th, 2010

Diambil dari http://priwit.wordpress.com

mkn

 Untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keamanan pangan. Salah satunya adalah peraturan mengenai kewajiban pendaftaran produk pangan olahan seperti yang tercantum dalam PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

Semua produk makanan dan minuman yang akan dijual di wilayah Indonesia, baik produksi lokal maupun impor, harus didaftarkan dan mendapatkan nomor  pendaftaran dari Badan POM, sebelum boleh diedarkan ke pasar. Peraturan ini berlaku bagi semua produk pangan yang dikemas dan menggunakan label sesuai dengan  peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi Badan POM, nomor pendaftaran ini berguna untuk mengawasi produk-produk yang beredar di pasar, sehingga apabila terjadi suatu kasus akan mudah ditelusuri siapa produsennya.

Jenis Nomor Pendaftaransnc2

Apabila kita melihat pada produk-produk makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung dan pasar, maka nomor pendaftaran dapat kita temukan di bagian depan label produk pangan tersebut dengan kode SP, MD atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan pengawasan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, sebatas penyuluhan.

Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan  oleh pemerintah. Sedangkan nomor ML, diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor, baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang.

Bagi produsen yang mempunyai beberapa lokasi pabrik yang berlainan, namun memproduksi produk yang sama, maka nomor MD yang diberikan adalah berdasarkan  kode lokasi produk. Sehingga dapat terjadi suatu produk pangan yang sama, akan tetapi mempunyai nomor MD yang berbeda karena diproduksi oleh pabrik yang berbeda.

Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen bila terjadi suatu kasus terhadap suatu produk dari merek tertentu, yang mengharuskan terjadinya menghentian produksi atas produk tersebut. Maka yang terkena penghentian produksi hanyalah di lokasi yang memproduksi produk MD yang terkena masalah.

Nomor pendaftaran tetap berlaku sepanjang tidak ada perubahan yang menyangkut komposisi, perubahan proses meupun perubahan lokasi pabrik pengolah dan lain-lain. Apabila terjadi perubahan dalam hal-hal tersebut di atas, maka produsen harus melaporkan perubahan ini kepada Badan POM, dan bila perubahan ini terlalu besar, maka harus diregistrasi ulang.

Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan jasa produksi dari pabrik lain, atas istilah tol manufaktur atau maclon. Dalam kasus ini, nomor MD adalah diberikan kepada pobrik yang memproduksi produk tersebut. Sehingga apabila produsen tersebut akan mengalihkan produksinya ke pabrik lain, maka harus mendaftar ulang kembali ke Badan POM.

snc3 Proses Pendaftaran

Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Formulir Pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM, Gedung D Lantai III, Jalan Percetakan Negara  No. 23 Jakarta Pusat, Telp. 021-4245267. Setelah formulir ini diisi dengan lengkap, kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.

Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. Pada dasarnya klasifikasi penilaian pangan ada dua macam, yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service).  Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran.

Tatacara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Produk Dalam Negeri

Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD :

    Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

    Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

    Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

a.    Umum

    Berkas makanan, minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter berwarna merah;

    Berkas makanan diet khusus dalam map snellhecter berwarna hijau;

    Berkas makanan fungsional, makanan rekayasa genetika dalam map snellhecter berwarna biru.

b.    ODS

    Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru;

    Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah.

2.    Produk Luar Negeri (Impor)

Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML :

    Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

    Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

    Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

    Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

    Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran.

Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

b.    Umum

    Berkas semuja produk dalam map snellhecter berwarna kuning;

c.    ODS

    Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning

Jika produsen sudah memenuhi syarat kelengkapan formulir pendaftaran, maka  produsen harus melakukan pembayaran ke bank BNI 46 nomor rekening 037.000.240799001 dengan biaya yang ditetapkan sesuai dengan PP No. 17 tahun 2001 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan POM.

Terhadap semua formulir pendaftaran, baik ODS maupun Umum, dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak, disetujui dengan syarat  (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui. Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan, sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari.

Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri

Untuk mendaftarkan makananproduksi Dalam Negeri, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan  pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi  :

1.    Permohonan pendaftaran

yang terdiri dari Formulir A, B, C, D yang diisi dengan  benar dan lengkap sesuai dengan pedoman  dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2.    Formulir A (dilip di Formulir A)

-      Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada

-      Rancangan /desain label dengan warna sesuai  dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan

-      Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM

-      Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa)

-      Untuk produk  suplemen makanan melampirkan  fotokopi ijin produksi farmasi dan sertifikat CPOB.

-      Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag.

-      Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal.

-      Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya

3.    Formulir B (diklip di form B)

-      Spesifikasi bahan baku dan BTM

-      Asal pembelian bahan baku dan BTM

-      Standar yang digunakan pabrik

-      Sertifikat wadah dan tutup

-      Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan

4. Fomulir C (diklip di form C)

-      Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

-      Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan

-      Denah dan peta lokasi pabrik

5. Formulir D (diklip di form D)

-      Struktur organisasi

-      Sistem pengawasan mutu, sarana dan peralatan pengawasan mutu

-      Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM (sesuai dengan  masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan  cemaran logam

-      Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan  laboratorium yang dimiliki

Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metoda yang digunakan.

-      “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

Pendaftaran Produk Makanan Impor

Untuk mendaftarkan makanan, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan  permohonan pendaftaran adalah meliputi :

1.       Permohonan pendaftaran

terdiri dari Formulir A, B, C, D, E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2.       Formulir A (diklip di Formulir A)

a.       Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada.

b.       Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang  dilegalisir

c.       Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. No. 00474/B/II/87 tentang  menyertakan Sertifikat Kesehatan dan bEbas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan haisl olahannya, buah & sayur segar atau terolah, ikan & hasil laut segar atau terolah, daging dan produk daging, air mineral, sereal termasuk tepung, jagung dan barley).

d.       Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir.

e.       Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan.

3.       Formulir B (diklip di form B)

a.       Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir

b.       Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal.

c.       Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal.

d.       Standar yang digunakan pabrik asal.

e.       Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan  baku.

4.   Formulir C (diklip di form C)

a.       Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

5. Formulir D (diklip di form D)

a.       Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir

b.       Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM atau Bahan Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan  cemaran logam

c. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yag digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki

d. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metoda yang digunakan.

e. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

6. Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan

7. Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu, pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3.

ONE DAY SERVICE (ODS)

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian, Subdit Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah, baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM.

Daftar produk yang beresiko rendah dapat dilihat pada Tabel 2. Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut, berkadar gula tinggi, aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0,85, berkemasan tinggi (pH di bawah 4,5).

 

Parameter Penilaian Produk ODS

1. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman.

2. Lampiran untuk produk dalam negeri :

- Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru)

- Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama dagang.

- Sertifikat SNI untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI

- Desain label (Sesuai dengan peraturan label)

- Contoh produk 3 buah

- Untuk Pabrik pengemas kembali, dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal

- Untuk pabrik berlisensi, dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal.

3. Lampiran untuk produk impor :

- Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

- Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

- Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia

- Contoh produk 3 buah

4. Label

- Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3.

- Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk, berat bersih/isi bersih/netto, nama dan alamat produsen/importir (minimal nama kota, kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor pendaftaran.

- Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan, golongan BTM, nama pemanis, pengawet, pewarna lengkap dengan indeks warna (apabils digunakan), masa kedaluarsa, kode produksi, tanggal produksi keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan.

5. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlag bahan baku dan BTP yang digunakan, nama BTP dan kegunaannya, khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI), asal bahan baku dan BTP yang digunakan.

6. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi

7. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli.

8. Waktu pendaftaran : jam 09.00 – 13.00

Sumber : Subdit. Evaluasi dan Registrasi, DITWAS Makanan & Minuman, DITHEN POM, DEPKES RI.

25 Responses to “TATA CARA PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA”

  1. frizielia says:

    hi, mau tanya kalau mau mendaftar BPOM ini ada nomer telp kantor yang di Surabaya? soalnya posisi saya berada di Surabaya.
    kira2 berapa lama untuk proses pendaftaran no POM ini..

    terimakasih

  2. Frizielia, BPOM di Surabaya di dekat Rumah Sakit dr Sutomo (Karang menjangan) wah ..jalan apa ya..(Darmahusada ? ) coba saja datang langsung kesana..

  3. Assalamu’alaikum wr wb

    salam kenal dari saya ya mbak,..
    saya mo tanya,boleh ya mbak,..gimana seeh cara urus / mendapatkan Surat Keterangan Impor ( SKI ) ?
    bagaimana prosedur tuk mengurus nya?

    makasih ya mbak..
    Wassalamu’alaikum wr wb

  4. Pak Dede..sy sndri blum pengalaman ya mengurus SKI..tapi coba saja menghub BPOM atau klik aja http://www.pom.go.id/public/berita_aktual/data/Bussiness ada info ttg mengurus SKI obat..

  5. mega says:

    klo BPOM di pekalongan dimana ya mb,, thx..

  6. mubalighin says:

    aslm
    dengan mohon,
    tolong kasih penjelasan dasar tentang cara-cara mencantumkan label izin DEPKES.RI di produk makanan sejenis industri rumah tangga. dan bagaimana cara pendaftaranya.
    mahal nggak sih biaya pengurusanya.?
    dan sulit atau tidak cara ngurusnya?
    tolong balas ke
    email ;balighin.txt@gmail.com atau
    facebook ; balighin bogosi

    tolong ya bu..?
    terima kasih

    wslm

  7. sansan says:

    mbak, saya mau tanya. saya ingin mengajukan registrasi ML. counter BPOM bagian mana yang harus saya datangin.Dan bagaimana cr nya mengajukan kemasan polos saja itu prodesur gmana?

  8. Tutylestari says:

    Selamat siang,, terimakasih untuk informasinya…kebetulan kami sedang akan mendapatkan order dari salah satu perusahaan besar yang akan mensuplai makanan yang diimport dari Korea. Dan informasi ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Apabila nanti ada yang masih perlu saya tanyakan, kami mohon dapat dipandu.
    Terima kasih banyak..

  9. Mas Sansan.. Penjelasan sudah ada di tulisan saya..untuk lebih jelasnya datang saja langsung ke BPOM

  10. mas Mubalighin..penjelasan pelabelan sdh ada di tulisan saya.. “Tata Cara Pengajuan Permohonan SPP – IRT ” untuk UKM ijinnya bisa lewat kantor Dinkes Kota. Masalah biaya tidak terlalu mahal kok..terjangkau oleh UKM

  11. Wah ..saya tidak tinggal di Pekalongan..tapi Balai POM biasanya ada di ibukota provinsi ..klo Jateng ya di Semarang

  12. marselina says:

    permisi, numpang tanya mbak, saya awam sekali dengan hal seperti ini.klo misalnya u/ produk import seperti bedak..itu harusnya depkes apa bpom? trus kisaran biayanya kira2 brapa?apa mahal sekali? trima kasih

  13. mba Marselina..bedak termasuk kosmetik..tentunya registrasinya ke BPOM sebagai produk import..masalah biaya saya juga tidak tahu..ditanyakan saja ke BPOM bagian produk import…

  14. Nuke says:

    selamat pagi bu, mau tanya kalau untuk produk yang diproduksi yang berbeda memang ada kewajiban ya mendaftarkan MD untuk masing-masing pabrik atas produk yang sama tersebut? dan mohon pula agar disampaikan mengenai peraturan yang mendasarinya. terima kasih

  15. agus says:

    Bu Tri,

    Kalau boleh tahu, kira2 berapa ya yang harus disiapkan untuk urus POM MD? Atau yang sudah2 barang kali ada bocoran habis berapa..

    Soalnya sepertinya POM itu hanya untuk konglomerat. Kalau UKM cukup urus P-IRT aja ya ?

    Trims

  16. arie budi yanto says:

    sekedar sharing

    untuk informasi format surat pendukung(surat kuasa, surat keabsahan & dan kebenaran label& dokumen)
    informasi Batas maksimal cemaran microba yang di perbolehkan badan pom lihat di :
    http://spesifikasidanparameter.blogspot.com/

  17. bungki buldansyah says:

    Yth. Bapak/Ibu

    Sehubungan dengan rencana perusahaan kami untuk mengimpor produk-produk perawatan kendaraan berupa:

    No.
    Produk Item

    1
    Semir Ban

    2
    Pembersih Dashboard/ Pengkilat

    3
    Pembersih Kaca

    4
    Pembersih Jok Kulit

    5
    Sticker Remover

    6
    Wax Tahan Lama, Waterproof

    7
    Shampoo

    8
    Odor Remove

    Melalui surat ini kami bermaksud meminta informasi dari Bapak/Ibu mengenai prosedur dan administrasi perijinan untuk produk-produk tersebut di atas bila dibutuhkan.

    Demikian surat ini kami sampaikan.

    Terima kasih

    Hormat kami
    PT. Javagroup Investment
    Bungki Buldansyah

  18. WAHYUDI NUGROHO says:

    mohon ijin mbak kalo urus surat ijin sertifikat bebes radiasi dimana ya, SK MENKES No 00474/B/II/87.thank

  19. Halim says:

    Ibu Tri, kami ukm Ayam segar yang siap memasok dengan kemasan modern ke swalayan2 waralaba, namun hrus regristasi dulu ke depkes terkait, apakah hrus melalui uji lab lebih dhulu?

    trima kasih ats jwbnya, kmi tunggu.

  20. Melly says:

    pagi bu, saya mo tanya..klu mendaftarkan produk lotion impor ke bPOM atau depkes ya..trus persyaratannya apa saja??’
    saya tunggu jawabannya ya…thanks Melly

  21. susanto says:

    mau nanya nih,, kan skrg sy lagi mengembangkan ramuan tradisional tp untuk ternak (ayam) bisa g di daftar ke Bpom?

  22. arie says:

    produk makanan dan minuman asal jepang harus memiliki sertifikat bebas radiasi
    untuk mendapatkan sertifikat bebas radiasi anda harus ke Batan
    Klik http://www.batan.go.id
    info http://spesifikasidanparameter.blogspot.com

  23. Andy says:

    Banyak juga prosedurnya ya. Kalau penjualan produk makanannya masih dalam kota (skala kecil), apakah perlu izin dari POM juga Bu?
    Terima kasih sebelumnya.

  24. henny says:

    mohon infonya..saya menjalankan jualan yoghurt bikinan sendiri. tapi saya ingin mengurus ijin BPOM spy bisa masuk pasar or swalayan……..apa hrs ada nama PT ya? emang harus ada ijin industri??? dimana ngurusnya???

  25. helmi says:

    Dear Ibu Tri,
    terima kasih atas informasinya karena sangat membantu
    saya mau tanya, kalau produk makanan yang akan saya jual sebenarnya dari pabriknya sudah punya register BPOM sendiri
    nah saya mau bikin packaging berbeda dengan merk berbeda, cuma isinya tetap sama dengan produk yg sudah ada no. register BPOM itu apakah tetap harus mendaftar lagi?
    mohon informasi dishare via e-mail
    terima kasih sebelumnya ^_^

Leave a Reply

*